Pengaruh dan Bahaya Miom Terhadap Kehamilan

Banyak orang berpikiran apabila terkena miom maka tidak akan bisa mengalami kehamilan karena resiko keguguran sangat tinggi. Tetapi pertama perlu dilihat dimana posisi miom terdapat, apakah berada di rongga rahim, dibawah rahim, atau di dinding rahim. Harus diwaspadai karena dapat menyebabkan desakan pada janin dan resikonya mengakibatkan keguguran. Tentunya peran dokter disini sangat penting untuk mengamati dengan cermat pertumbuhan janin dan miom, sehingga dokter dapat mengambil langkah antisipasi apabila miom bertambah besar hingga mengganggu janin ataupun mempersulit sistem persalinan. Bila pertumbuhan miom tidak mengganggu, miom dapat dilewatkan hingga periode kehamilan selesai dilanjutkan proses persalinan.

Bahaya Miom Pada Kehamilan

Miom seperti tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim, maka operasi untuk mengangkat miom jelas dapat menyebabkan perdarahan dan menganggu sistem rahim dan janin. Miom tidak merebut makanan janin karena tidak bersifat kanker, hingga apabila dilewatkan untuk sesaat hingga periode akhir kehamilan janin tetap dapat aman. Selama ukuran miom belum mencapai 10 cm, keberadaannya di rahim belum mengganggu tumbuh kembang janin. Tetapi, pertumbuhan miom tetap harus dipantau oleh dokter kandungan yang menangani, jadi dapat dipastikan tidak akan mengganggu janin. Masalah yang bisa diakibatkan miom pada proses kehamilan di antaranya kontraksi awal, perdarahan, serta jalur lahir tertutup.

Resiko terburuk apabila miom terus tumbuh membesar serta mendesak janin di dalam rahim, maka resiko ibu hamil dapat mengalami plasenta previa atau plasenta tumbuh dibawah rahim, yang sering menyebabkan perdarahan waktu proses menjelang persalinan. Perdarahan ini amat membahayakan jiwa si ibu karena perdarahan sulit dihentikan. Apabila pertumbuhan miom yang tumbuh sepanjang masa kehamilan mempunyai tangkai, maka dapat menyebabkan rasa nyeri yang sangat amat saat terpuntir. Kondisi tangkai miom yang terpuntir tersebut bisa mengakibatkan perubahan letak janin. jika hal ini berlangsung di dalam periode kehamilan, dokter dapat bertindak melakukan operasi kritis darurat yang tidak direncanakan.

Baca info mengenai obat herbal miom yang alami dan berkhasiat.

Walaupun miom sudah diangkat melewati operasi miomektomi, namun masih ada resiko dimana miom dapat tumbuh kembali dengan kemungkinan kecil. Tetapi, apabila pertumbuhan miom tergolong “ganas” yaitu membesar dengan cepat dalam waktu yang singkat. Dokter kandungan mungkin akan mengambil tindakan pengangkatan rahim (histerektomi) sekalian sesudah sistem persalinan selesai. Namun, operasi histerektomi ini umumnya dihindari pada wanita umur subur dan masih ingin memiliki keturunan.

Jadi pengaruh dan bahaya miom terhadap proses kehamilan tergantung bagaimana proses pertumbuhan miom itu sendiri apabila tergolong lambat, proses kehamilan tetap dapat dijalani tentunya dengan perhatian khusus dari dokter kandungan yang menangani, jangan menunda kehamilan sebab semakin bertambah umur seseorang maka resiko terkena miom semakin besar dan daya tahan tubuh semakin berkurang. Semoga artikel ini dapat memotivasi anda yang menderita miom tetap dapat memiliki keturunan yang sehat dan menjadi keluarga yang sejahtera.

Page top